Rabu, 28 Oktober 2020

REVIEW ATAU GAMBARAM MENGENAI FILM "JUDE"



Jude seorang yatim piatu yang dibesarkan bibinya, Aunt Drusilla. Richard, seorang gurunya di sekolah dasar yang kemudian pergi ke kota menginspirasinya untuk kelak melanjutkan sekolah ke kota juga. Ia pun belajar dengan tekun, mempelajari Bahasa Latin demi mencapai impiannya. Namun impiannya nyaris kandas karena ia tergoda pada seorang perempuan agresif yang kemudian dinikahinya karena dikira hamil, Arabella.

Kehidupan pernikahan itu tak bahagia. Arabella yang merasa Jude tak cukup mencintainya, akhirnya pergi meninggalkannya. Jude pun kemudian kembali pada impiannya,  ingin belajar ke kota. Ia bekerja sebagai pemahat batu, sembari belajar otodidak dan berharap bisa diterima belajar di perguruan tinggi. Di kota inilah, dia bertemu gadis cantik dan pintar, Sue yang ternyata adalah sepupunya. Mereka menjadi sahabat dan diam-diam merasa tertarik satu sama lain. Tapi kemudian lebih memilih hubungan yang bersifat platonis. Apalagi Jude masih berstatus suami orang. Sue pun kemudian menikah dengan Richard, tapi pernihakahannya  tak bahagia.

Merasa tak bisa berpisah, Sue pun kemudian memutuskan hidup bersama Jude. Meski didera kemiskinan, tapi mereka hidup bahagia bersama, saling mencintai dan saling menerima satu sama lain. Hingga kemudian anak-anak mereka lahir, termasuk anak dari pernikahan Jude dan Arabella, dan semuanya menjadi tak mudah. Kenyataan bahwa mereka pasangan tanpa pernikahan merupakan aib dan Jude kesulitan mencari pekerjaan. Yang akhirnya ketiga anaknya memutuskan untuk bunuh diri karena merasa hanya merepotkan orang tuanya. Setelah anaknya meninggal Sue pun memutuskan untuk sendiri dan pergi dari kehidupan Jude.

 


ANALISIS SEKUEN DAN INTRINSIK DARI CERPEN "ADA AKU YANG LAIN" KARYA SYIFA SYAUQI

 Cerpen Karangan: Syifa Syauqi

Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi)

Tepat pada malam itu, malam 19 tahun lalu. Lahir seorang anak perempuan bernama Alyssa dengan sebuah kutukan yang mengikutinya. Kutukan yang diberikan oleh seorang nenek tua, bernama Glory, yang merasa sakit hati pada ayah Alyssa, ayahnya telah mengusir Glory dari kampung tempat tinggalnya.

·        Sekuen berdasarkan hubungan kronologis:

1.      Kenangan masa lalu: kelahiran Alyssa dan kutukan nenek tua yang diusir ayah Alyssa namanya Glory.

Kutukan Glory sangat menyiksa Alyssa, dia memiliki dua kepribadian yang berbeda. Terkadang dia menjadi seorang yang berbeda di depan teman-temannya, bahkan ia sering lupa dengan teman, dan gurunya. Alyssa sendiri memang tidak tahu kalau dirinya punya kepribadian ganda dan kutukan itu. Dia hanya bingung kenapa semua orang selalu mengatakan bahwa ia adalah anak yang aneh dan sombong.

2.      Kebingungan tokoh Alyssa terhadap dirinya yang mempunyai kepribadian ganda.

Kini Alyssa hidup berdua dengan Ibunya. Setelah lulus SMA Alyssa hanya berada di rumah, dan menyibukkan diri menjahit bunga yang terbuat dari kain bekas. Kemudian, bunga-bunga itu ia jual di depan rumah.

3.      Kehidupan Alyssa: tinggal dengan Ibu, setelah lulus SMA hanya dirumah menjahit bunga dari kain bekas dan dijual di depan rumah.

Pada suatu hari, di siang yang terik seorang pria datang dengan sebuah mobil, dan ia melihat bunga kain yang Alyssa jual. Ia membeli sebuah bunga kain berwarna biru, tampaknya pria itu menyukai Alyssa. Ia berkenalan dengan Alyssa, namanya adalah Zetroy. Lalu diri Alyssa berubah menjadi pribadi yang lain. Dia terlihat lupa dengan kejadian tadi, dia terus bertanya pada ibunya. Kemana bunga kainnya yang berwarna biru, ibu lalu menjelaskan kalau bunganya sudah dibeli oleh seorang pria yang baru saja pergi. Alyssa malah bertanya siapa yang menjualnya, karena dia tidak pernah melihat pria datang, lalu ibunya mengatakan bahwa ia yang menjual saat Alyssa sedang pergi. Perdebatan itu lalu dihentikan oleh suara seorang pria dari luar. Ternyata seorang pria berambut kriting dan ingin membeli semua bunga yang Alyssa jual. Lalu pria itu pergi dengan semua bunga-bunga yang dibelinya, dia masuk ke mobil dan memberikan senyum pada Alyssa. Senyuman pria itu membuat Alyssa merasa bahagia, Alyssa selalu membayangkan senyuman pria itu.

Pria itu, pria yang membeli semua bunga Alyssa bernama Nathan. Nathan menyukai Alyssa sejak pertama kali ia bertemu dengannya. Begitu juga dengan Zetroy yang menyukai Alyssa dengan pribadi yang lain. Anehnya pribadi Alyssa tidak pernah berubah saat bersama mereka, dan membuat mereka tidak curiga. Mereka sangat dekat dengan masing-masing pribadi Alyssa. Sampai pribadi Alyssa yang lain bertemu dengan zetroy lalu Alyssa mengaggap bahwa dirinya tidak mengenal Zetroy sama sekali. Zetroy merasa sakit hati pada Alyssa, dia meninggalkan Alyssa. Ketika Alyssa berubah menjadi pribadi yang satunya ia bingung kenapa Zetroy tak lagi menghampirinya, Alyssa yang satu ini sangat patah hati dan menganggap bahwa Zetroy adalah orang yang tidak setia.

4.      Pertemuan:

4.1  Pertemuan Alyssa dengan Zetroy

4.2  Zetroy membeli bunga kain warna ungu

4.3  Perdebatan Alysa dengan ibu: Ingatan Alyssa yang berubah tentang bunga kain yang ia jual kepada Zetroy

4.4  Pertemuan Alyssa dengan Nathan

4.5  kebahagiaan Alyssa yang terhadap Nathan yang memborong bunganya

5.      kedekatan Alyssa dengan Zetroy dan Nathan

5.1  Zetroy bertemu pribadi Alyssa yang lain

5.2  Zetroy meninggalkan Alyssa

5.3  Alyssa menganggap Zetroy tidak setia

Begitu juga dengan Nathan, ketika pribadi yang lain bertemu dengannya dan mengatakan bahwa Alyssa tidak kenal dengan Nathan, Nathan bingung dengan perubahan sikap Alyssa padanya. Alyssa bingung kenapa Nathan terus meyakinkan Alyssa bahwa ia sangat mengenalnya, dan menyatakan bahwa ia mencintai Alyssa.

6.      Kebingungan Nathan terhadap pribadi lain Alyssa

Ibu yang terus melihat Alyssa tersakiti seperti ini merasa kasihan, ibu memanggil Nathan dan meminta maaf padanya atas sikap Alyssa yang begitu berubah padanya. Ibu menjelaskan semua yang terjadi pada Alyssa. Untunglah Nathan pria yang baik, ia dapat mengerti kondisi ini, dan menurutnya ibu harus memberitahu Alyssa tentang apa yang terjadi sebenarnya. Tentang jawaban apa yang ia tanya selama ini. Ibu merasa bahwa Nathan mungkin memang benar, Alyssa harus tau tentang ini. Tapi ibu khawatir Alyssa tidak bisa menerimanya. Sedangkan Nathan yang masih mengharapkan cinta Alyssa selalu bertanya pada Alyssa setiap kali ingin bertemu “apakah kau mengenalku?”. Untuk mengetahui pribadi itukah yang suka pada Nathan.

7.      Merasa kasihan melihat anaknya bersedih Ibu menjelaskan kepada Nathan tentang kepribadian ganda Alyssa

Di suatu malam ibu lalu menjelaskan apa yang terjadi pada Alyssa (Alyssa yang mengenal Nathan) selama 19 tahun ini. Alyssa tidak percaya pada ibu, dia kaget dan merasa bahwa dirinya memang tidak mengalami kejadian apapun dalam hidupnya. Ibu selalu mengingatkan Alyssa pada kejadian-kejadian yang membuat Alyssa bingung. Alyssa mungkin sudah mulai percaya dan Alyssa sedih, dia bingung bagaimana cara menghilangkan kutukan yang membuatnya kacau. Ia sangat ingin bebas dari kutukan ini. Ibu lalu memberitahu padanya bahwa Alyssa mungkin dapat bertemu dengan Glory orang yang tengah mengutuknya dan meminta untuk mengambil kutukan itu kembali. Alyssa pun pergi bersama Nathan menuju hutan yang ibu bilang.

8.      Penjelasa Ibu tentang Nathan

9.      Kesedihan Alysa terhadap kutukan untuknya

9.1  ibu menyarankan menemui Glory

9.2  Alyssa pergi ke hutan dengan Nathan

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah tua di tengah hutan. Lalu Glory keluar dari rumah. Nathan dan Alyssa menjelaskan semuanya, Glory terkejut dan menolak membantu Alyssa. Glory sangat mengingat ketika ayah Alyssa mengusir paksa dirinya. Alyssa menangis dan sangat memohon pada Glory dan mengatakan bahwa dirinya sangat tersiksa dengan kutukan itu. “apakah tidak cukup untukmu 19 tahun ini? Aku mohon, aku sudah lelah dan aku ingin hidup normal”. Mohon Alyssa pada nenek tua itu.

10.  Sampainya di  rumah tua di tengah hutan

11.  Permohonan Alyssa kepada Glory untuk menghapus kutukannya

12.  Ingatan tokoh Glory terhadap masa lalunya terhadap ayah Alyssa

Glory lalu merasa kasihan pada Alyssa, dia mengajak Alyssa dan Nathan masuk ke rumah tua miliknya. Glory lalu mengambil sebuah botol dengan isi berwarna putih bening seperti air putih. Ia meyuruh Alyssa untuk meminum ramuan ini, dan mengatakan bahwa ramuan itu akan membuat tubuhnya menjadi dua kepribadian yang Alyssa miliki, lalu bunuh salah satunya yang ingin ia musnahkan. Alyssa tampak bingung dan bertanya pada Nathan. Tentu Nathan menyuruhnya untuk membunuh pribadi yang satunya lagi. Karena Nathan mencintai pribadi Alyssa yang lain.

13.  Rasa kasihan Glory terhadap Alyssa

14.  Alyssa disuruh meminum ramuan dan membunuh satu kepribadian yang lain

Setelah ia minum ramuan itu, benar saja tubuhnya menjadi dua dengan pribadi yang ia miliki. Kemudian Alyssa menusuk pribadi yang lain itu dengan sebuah kayu yang tajam, Alyssa yang lain itu sangat kesakitan. Dan kini hanya ada satu pribadi di dalam tubuhnya dan menjalani kehidupan normal yang semestinya tanpa adanya kutukan.

15.  Setelah meminum ramuan:

15.1 tubuhnya menjadi dua kepribadian

15.2 Alyssa membunuh pribadi yang lain dengan kayu tajam

16.  Alyssa yang menjalani hidup yang normal kembali tanpa kutukan

 

Syifa Syauqi, 2017.

Ø  Sekuen berdasarkan hubungan sebab-akibat:

1.     Sekuen 1 tentang kelahiran dari Alyssa yang memiliki kutukan mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 12 tentang ingatan Glory terhadap Ayah Alyssa.

2.     Sekuen 2 mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 6 dan 7 yaitu tokoh yang kebingungan dengan kepribadian gandanya tersebut.

3.     Sekuen 6 juga mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 7.

4.     Sekuen 4 mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 5 yang menyatakan pertemuan antara Alyssa dengan Nathan.

5.     Sekuen 8 mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 9 dengan terbongkarnya Alyssa yang mempunyai kepribadian ganda.

6.     Sekuen 9 mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 11, menemui Glory untuk menghapuskan kutukan pada Alyssa.

7.     Sekuen 11 mempunyai hubungan sebab-akibat atau kausalitas dengan sekuen 13, keadaan dimana Glory merasa kasihan terhadap Alyssa dan akhirnya dia bersedia menghapuskan kutukan tersebut.

8.     Sekuen 14 mempunyai hubungan kausalitas dengan sekuen 15 dan 16, yang menyatakan kausalitas Alyssa meminum ramuan dari Glory sehingga Alyssa dapat hidup normal selayaknya orang biasa.


 

Ø  Unsur Instrinsik dalam cerpen “Ada Aku yang Lain”

·         Tema

Tema yang diangkat dari cerpen ini yaitu kisah seorang anak yang dikutuk oleh nenek tua karena kelakuan ayahnya.

·         Tokoh dan Penokohan

-          Ayah         : penyebab utama jalan cerita dimulai, mempunyai watak seenaknya sendiri.

-          Ibu             : baik, penyayang terhadap anaknya.

-          Glory         : tokoh yang mengutuk Alyssa, merasa simpati kepada Alyssa karena kutukannya.

-          Alyssa       : tokoh utama yang memiliki kepribadian ganda. Tokoh utama pelaku utama.

-          Zetroy       : pelaku sampingan, wataknya mudah egois, putus asa dan gampang menyerah.

-          Nathan       : baik, penyayang dan menerima apa adanya. Tokoh utama yang menyukai Alyssa.

·         Alur

Alur yang digunakan dalam cerita ini yaitu alur campuran, karena jalan ceritanya yang menunjukan alur flashback yang sesekali melihat kejadian di masa lalu yang di deritanya.

·         Latar

-          Latar tempat          : di kampung (paragraf pertama), di rumah (paragraf 3), depan rumah (paragraf 3), hutan (paragraf 8), rumah tua di tengah hutan(paragraf 9).

-          Latar waktu           : waktu malam hari (paragraf 1), 19 tahun yang lalu (paragraf 1),  siang hari (paragraf 3), suatu malam hari (paragraf 8).

-          Latar suasana        : suasana yang terdapat di cerpn ini yaitu suasana sedih, mengharukan dan simpatik.

·         Sudut pandang

Sudut pandang yang dapat diambil dari cerita ini yaitu sudut pandang orang utama pelaku sampingan, karena orang utama yaitu tokoh utma Alyssa dan pelaku sampingan yang membuat masalah dalam konflik tersebut yaitu ayah Alyssa yang menjadi pemeran pembantu karena tidak dijelaskan lebih detailnya terhadap ayahnya.

·         Gaya bahasa

Gaya bahasa yang diambil dalam cerpen ini menggunakan gaya bahasa kehidupan sehari-hari, penulisannya dalam dipahami oleh pembaca karena bahasanya tidak menggunakan gaya bahasa atau majas-majas yang biasanya digunakan didalam teknik penulisan baik cerpen, novel maupun puisi.

·         Amanat

Amanat yang dapat diambil dari cerpen ini yaitu

-          janganlah semena-mena membuat keputusan karena suatu kesalahan kecil jikalau tidak ingin sesuatu yang besar melanda kehidupanmu.

-          Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Karena keputusan yang terburu-buru itu dapat menimbulkan masalah karena tidak difikirkan kedepannya.

Berbuat baiklah kepada sesama makhluk meskipun sesuatu telah membuat h

FONOLOGI BAHASA INDONESIA

Kali ini saya akan mengajak kalian untuk memahami kurang lebih sedikit dari mata kuliah fonologi yang berkaitan dengan kebahasaan. Sebagai contoh permasalahan yang terkait dengan data bahasa yaitu karena adanya pengaruh dari bahasa ibu yang sering digunakan dalan kehidupan sehari-hari, sehingga pengucapannya antara bahasa indonesia dengan bahasa ibu sedikit bergeser. Terutama pada konteks bahasa jawa yang sering terjadi permasalahan bahasa dengan bahasa indonesia. Tidak hanya dengan bahasa ibu, analisis kesalahan ditekankan pada proses belajar b2 (termasuk bahasa asing). Dengan demikian objek analisis kesalahan adalah bahasa siswa yang sedang mempelajari b2 atau bahasa asing. Objek yang lebih khusus lagi adalah kesalahan bahasa siswa yang bersifat sistematis dan menyangkut analisis kesalahan yang berhubungan dengan keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis), tata bunyi, tata bentuk kata, tata kalimat, dan tata makna. Bahasa yang digunakan itu berwujud kata, kalimat, dan makna yang mendukungnya. Kata dan kalimat berunsurkan bunyi-bunyi yang membedakan yang disebut fonem. Permasalahan ini sangat memerlukan ilmu bantu fonologi, karena fonologi itu menyelidiki bunyi-bunyi bahasa suatu bahasa mempunyai fungsi yang besar dalam hal menciptakan tanda-tanda/lambang-lambang yang menyatakan bunyi ujaran. Lambang-lambang bunyi ujaran itu disebut huruf, sedangkan aturan penulisan huruf itu disebut ejaan. Oleh karena itu, permasalahan yang ada baik itu karena b2 (bahasa indonesia dengan bahasa ibu) ataupun dengan bahasa asing dapat dikaji dengan ilmu fonologi. Contoh permasalahannya yaitu dalam bahasa indonesia kata “putih” itu artinya warna dasar yang serupa dengan warna kapas, namun biasanya orang Jawa mengucapkan kata putih ini dengan kalimat “puteh” walaupun pengucapannya beda namun artinya tetap sama. Kajian yang seperti ini memerlukan ilmu bantu fonologi karena fonologi itu ilmu yang mempelajari tentang  perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya. Dan fonologi diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia. Maka dari itu permasalahan yang berkaitan dengan kata bahasa indonesia memerlukan ilmu bantu fonologi.

2.      a. Gugus konsonan :

Konsonan-konsonan yang berada dalam satu gugus di dalam bahasa Indonesia sebagian besar berupa nasal dengan hambatan, paduan, atau paduan yang sealat.

Contoh:

m-p à Tampil, Sampan, Tampan, Tambal.

n-t  à Tinta, Cinta, Pinta.

Gugus konsonan diawali p àtaptu

Gugus konsonan diawali b àabdi

Gugus konsonan diawali t àsatwa

Gugus konsonan diawali d àadven

Kelompok Konsonan :

Bahasa Indonesia tidak mengenal kelompok konsonan, kata-kata asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia yang di dalamnya mengandung kelompok konsonan. Kelompok konsonan tersebut dipisahkan melalui suara bakti.Contoh: ‘e’ à putra : putera; sutera : sutra.

Ada juga yang tetap dipertahankan.

Plastik, Ambrol, Praktek.

§  Kelompok L : plastik, amblas, atlas.

§  Kelompok R : prasangka, ambruk, drama.

§  Kelompok W: dwiwarna,swakarya, kwalitas.

§  Kelompok T : stasiun, stand.

b. Gugus vokal ialah deretan dua vokal atau lebih yang masing-masing membentuk suku kata tersendiri, sedangkan diftong adalah deretan vokal yang bersama-sama yang membentuk satu puncak suku kata. Gugus vokal merupakan deretan vokal yang masing-masing mempunyai ciri silabis, sedangkan diftong adalah deretan vokal yang hanya salah satu saja yang memiliki ciri silabis, lainnya bersifat transilabis.

Contoh permasalahan diftong yaitu bunyi [aw] pada kata harimau merupakan diftong, grafem <au> pada suku kata –mau tidak dapat dipisahkan menjadi ma-u. sehingga nanti kalau dipisah akan beda makna atau artinya. Diftong berbeda dengan deretan vokal, karena dalam deretan vokal dua vokal dapat dipisahkan dalam dua suku kata yang berbeda, contohnya main → ma-in. Demikian pula halnya dengan deretan huruf vokal <ai> pada kata "sungai". Deretan huruf vokal itu melambangkan bunyi diftong /ay/ yang merupakan inti suku kata "-ngai". Sedangkan contoh permasalahan gugus yaitu: Bunyi [pr] pada kata "praktik" adalah gugus konsonan, tetapi [kt] pada kata yang sama itu bukanlah gugus konsonan. Pemisahan bunyi pada kata itu adalah prak·tik. Dengan contoh di atas jelaslah bawha tidak semua deretan konsonan itu selalu membentuk gugus konsonan. Dalam bahasa Indonesia cukup banyak kata yang memiliki dua konsonan yang berdampingan, namun belum tentu deretan itu merupakan gugus konsonan. Contoh lain dari deretan dua konsonan yang bukan gugus konsonan adalah "cipta", "aksi", dan "harga".

 

3.      Manfaat pembelajaran fonologi yaitu :

a)      Dapat mengetahui segala macam bentuk variasi bahasa ucapan sebuah kata, yang dimiliki oleh setiap bahasa. Indonesia yang memiliki banyak bahasa daerah menjadi daya tarik tersendiri dalam mempelajari fonologi.

Contohnya dalam kata “titik”. Pada bagian ‘…tik’ itu bisa diucapkan “Tit/ek” oleh orang Banjarnegara (ngapak), “Titik” oleh orang Jakarta. “Wedusà “ Wedos” orang Jawa, “Wedus” orang Jakarta, “W/edus” orang Batak.

b)      Dapat menjadi bahan kajian penelitian bahasa, karena banyak daerah pedalaman Indonesia yang bahasa aslinya itu mungkin belum dipelajari dan diketahui oleh orang luas. Contohnya meneliti tentang bahasa yang ada di Tanah Lamaholot, NTT.

c)      Menjadi salah satu kajian yang sosiologis, karena penguraian bahasa dilakukan melalui alat ucap manusia. Contohnya, saat kita mempelajari suatu bahasa daerah yang ada di Indonesia, tentulah secara tidak langsung kita akan mempelajari tentang keadaan sosiologis kelompok itu, karena kita akan mempelajari alat ucap manusia yang merupakan mahluk sosial.

d)     Dapat mengetahui perkembangan bahasa, karena fonologi bersifat dinamis yang memerlukan pengalaman terlebih dahulu. Contohnya, saat kita mempelajari fonologi, tentu kita akan melakukan pengamatan dengan basis mengambil kesimpulan dari hasil pengamatan. Itulah yang disebut dengan pengalaman. Secara tidak langsung, kita akan mengetahui perkembangan bahasa minimal melalui pengamatan dan pengalaman kita sendiri.

e)      Dapat menulis dengan baik, karena menulis berawal dari unsur bunyi. Kita dapat menulis jika sudah tahu bagaimana bunyinya melalui ucapan kita. Contohnya, saat kita sudah mengucapkan dan  mengerti “Tahu”, maka dengan mudah kita akan menulis “T-a-h-u”.

4.      Fonologi mempunyai dua cabang kajian:

Pertama, fonetik yaitu cabang kajian yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa. Chaer (2007) membagi urutan proses terjadinya bunyi bahasa itu, menjadi tiga jenis fonetik, yaitu:

a)     fonetik artikulatoris atau fonetik organis atau fonetik fisiologi, mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan. Contoh bunyi [p] terjadi pada kedua belah bibir(bibir atas dan bibir bawah), sehingga tempat artikulasinya disebut bilabial.

b)     fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam (bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi getaranya, aplitudonya,dan intensitasnya.

c)      fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.

Dari ketiga jenis fonetik tersebut yang paling berurusan dengan dunia lingusitik adalah fonetik artikulatoris, sebab fonetik inilah yang berkenaan dengan masalah bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan atau diucapkan manusia. Sedangkan fonetik akustik lebih berkenaan dengan bidang fisika, dan fonetik auditoris berkenaan dengan bidang kedokteran.

Kedua, fonemik yaitu  kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Chaer (2007) mengatakan bahwa fonemik mengkaji bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata. Misalnya bunyi [l], [a], [b] dan [u]; dan [r], [a], [b] dan [u] jika dibandingkan perbedaannya hanya pada bunyi yang pertama, yaitu bunyi [l] dan bunyi [r]. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua bunyi tersebut adalah fonem yang berbeda dalam bahasa Indonesia, yaitu fonem /l/ dan fonem /r/.

5.      Permasalahan yang berkait dengan dua bentuk bersaing contohnya:

a)                   MENYOLOK atau MENCOLOK?

b)                  MENYUKSESKAN atau MENSUKSESKAN?

c)                   MENYUBSIDI atau MENSUBSIDI?

Untuk menjawabnya, kita perlu mengetahui kata dasar dari bentuk jadian tersebut. Caranya dengan melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemudian ingat kaidah dasar:

- Bentuk dasar yang berawalan k, p, t, s bila mendapat imbuhan me-akan luluh.

- Bentuk dasar seperti di atas tidak luluh bila berasal dari bahasa asing yang belum diadaptasikan atau belum diadopsi dan masih dianggap asing bagi bahasa Indonesia.

Maka dapat disimpulkan bahwa kata a) “colok” itu berasal dari bahasa Indonesia yang berarti juga menusuk, maka kata baku dari “colok” yaitu mencolok sedangkan tidak bakunya yaitu menyolok. b) kata “sukses” itu berasal dari bahasa inggris “succsess” sehingga kata “sukses” itu bentuknya mensukseskan  bukan menyukseskan. Begitu pula kata c) “subsidi” yang merupakan kata asing yang juga dipakaidalam bahasa Indonesia sehingga bentuk jadiannya pun “mensubsidi” bukan “menyubsidi”.

Dari pernyataan di atas mengenai fonologi, kita belajar bahwa bahasa tidak hanya sekedar untuk diucapkan atau didengarkan namun juga untuk dipelajari karena salah satu huruf saja dapat mengakibatkan kefatalan baik dari segi makna, arti maupun persepsi. okay, lain waktu kita akan belajar mengenai persepsi ya guys supaya kita tahu bahwa bahasa memang sangat penting, bahasa apapun itu karena bahasa merupakan alat untuk para manusia berkomunikasi satu dengan yang lainnya. 

ANALISIS CERITA NUSANTARA PANJI SEMIRANG

 

SINOPSIS

Panji Semirang mengisahkan seorang putri dari Kerajaan Daha bernama Galuh Cendera Kirana. Sang putri merupakan anak dari permaisuri Raja Daha, Puspa Ningrat. Selain ibu Galuh Cendera Kirana, Raja Daha juga memiliki istri lain yang bernama Paduka Liku dan Mahadewi. Dalam naskah disebutkan bahwa Galuh Cendera Kirana sangat cantik dan baik hati. Berbeda dengan Galuh Ajeng, anak Paduka Liku, yang manja dan suka iri pada Galuh Cendera Kirana.

            Raja Daha bersaudara dengan Raja Kuripan, Raja Gagelang, dan Biku Gandasari. Raja Kuripan memiliki anak bernama Raden Inu Kertapati yang sudah beranjak dewasa. Maka ia menjodohkannya dengan keponakannya, Galuh Cendera Kirana yang terkenal cantik dan baik hati. Galuh Cendera Kirana dan Raden Inu Kertapati pun bertunangan. Namun Galuh Ajeng iri karena saudari tirinya mendapatkan tunangan yang tampan dan gagah. Maka ia mengadu pada Paduka Liku.

            Sifat Paduka Liku tak jauh berbeda dengan anaknya. Dia sering iri pada Puspa Ningrat yang sangat dibanggakan oleh Raja Daha dan rakyatnya. Maka dia membunuh Puspa Ningrat dengan racun yang dicampurkan ke tapai. Selain itu, dia menyuruh pamannya untuk bertemu dengan seorang pertapa agar dapat mempengaruhi Raja Daha dengan guna-guna.

            Galuh Cendera Kirana sangat sedih karena kematian ibunya. Mendengar kabar duka dari Kerajaan Daha, Raja Kuripan mengutus Raden Inu Kertapati untuk memberi dua boneka untuk menghibur hati Galuh Cendera Kirana. Galuh Ajeng mendapat boneka perak dan Galuh Cendera Kirana mendapat boneka emas. Hadiah itu berhasil menghibur Galuh Cendera Kirana. Namun Galuh Ajeng iri padanya karena boneka miliknya lebih bagus dari boneka Galuh Ajeng. Maka ia mengadu pada orang tuanya agar dapat memiliki boneka itu. Raja Daha pun meminta boneka itu pada Galuh Cendera Kirana. Namun dia menolak dan membuat Raja Daha marah hingga rambutnya dipotong.

            Galuh Cendera Kirana merasa bahwa dia menderita hidup di istana. Maka ia memutuskan pergi diam-diam bersama Mahadewi, menteri, dan dayang-dayangnya. Setelah tiba di tempat tujuan, menteri meninggalkan rombongan kembali ke istana sementara yang lain tinggal bersama Galuh Cendera Kirana dan mendirikan kerajaan di sana. Selama mendirikan kerajaan baru itu, Galuh Cendera Kirana menyamar sebagai laki-laki bernama Panji Semirang Asmarantaka.

            Panji Semirang memerintah kerajaannya dengan baik. Perlahan-lahan kerajaannya mulai berkembang, banyak warga dari negara lain yang pindah ke negaranya. Hingga suatu hari rombongan dari Kuripan melintas di kerajaannya untuk mengantarkan uang jujuran bakal pengantin Raden Inu Kertapati. Namun dua prajurit  Panji Semirang, yang tak lain adalah dayang-dayang Galuh Cendera Kirana, mencegatnya dan menyuruh mereka menghadap pada Panji Semirang. Rombongan dan bawaan mereka ditahan sampai Raden Inu Kertapati datang menemui Panji Semirang sendiri.

            Bertemulah Panji Semirang dan Raden Inu Kertapati di kerajaan baru itu. Mereka jadi akrab, bahkan Panji Semirang memberikan hadiah berupa sabuk pelangi pada Raden Inu Kertapati. Namun tibalah waktunya mereka untuk berpisah. Dengan berat hati Raden Inu Kertapati harus berpisah dengan Panji Semirang menuju Kerajaan Daha untuk menikah.

            Panji Semirang marah mengetahui pernikahan Raden Inu Kertapati dengan Galuh Ajeng. Dia datang ke istana Kerajaan Daha pada malam hari untuk merusak barang-barang di sana sebagai pelampiasan amarahnya. Setelah itu ia mengajak para pengikut setianya untuk menemui Biku Gandasari, kecuali Mahadewi yang disuruh kembali ke Kerajaan Daha. Galuh Cendera Kirana dan rombongannya kembali pada identitas aslinya dan meminta nasihat dari Biku Gandasari. Maka ia dan rombongannya disuruh menyamar menjadi gambuh, kelompok kesenian keliling.

            Kelompok gambuh milik Galuh Cendera Kirana sangat terkenal dan sering diundang pentas di berbagai tempat. Hingga suatu saat kelompok itu tampil di kerajaan Gagelang dan bertemu dengan rombongan Raden Inu Kertapati yang menyamar dan sedang singgah di sana. Dari cerita para pengikut Raden Jayeng Kesuma alias Raden Inu Kertapati, Galuh Cendera Kirana mengatahui bahwa Raden Inu Kertapati telah bercerai dengan Galuh Ajeng dan kini sedang mencari dirinya.

            Saat malam, ketika Galuh Cendera Kirana sedang bermain dengan boneka emas pemberian Raden Inu Kertapati, pemberi boneka itu yang juga sedang menginap di sana, mengintipnya. Maka terbongkarlah penyamaran Galuh Cendera Kirana. Raden Inu Kertepati menerobos masuk ke kamarnya hingga terjadi keributan. Untuk menghindarinya, Raden Inu Kertapati menggendong Galuh Cendera Kirana ke istana Kerajaan Gagelang. Di istana, mereka diterima dengan baik oleh Raja Gagelang dan permaisurinya. Mereka dipersilakan menginap dan esoknya kembali menuju Kerajaan Kuripan.

            Dalam perjalanan menuju Kerajaan Kuripan, rombongan singgah di suatu hutan dekat gunung. Di sana mereka menyaksikan paman Paduka Liku, disambar petir ketika menuju ke tempat pertapa yang mengguna-guna Raja Daha. Paman Paduka Liku menceritakan semua yang terjadi di Kerajaan Daha sebelum dia mati. Setelah menguburkan jasadnya, rombongan itu melanjutkan perjalanan.

            Di Kerajaan Kuripan Galuh Cendera Kirana dan Raden Inu Kertapati disambut dengan baik. Raden Inu Kertapati diangkat menjadi Raja Kuripan dan dinikahkan dengan Galuh Cendera Kirana. Selain itu Galuh Cendera Kirana juga dipertemukan dengan keluarganya. Mereka pun hidup bahagia.


TEMA

Iri dan dengki sumber kejahatan dan malapetaka.

Akibat perasaan iri dan dengki yang diderita Galuh Ajeng dan Paduka Liku, mereka berniat jahat pada permaisuri Puspa Ningrat dan Galuh Cendera Kirana. Dari niat jahat itu, terbunuhlah Puspa Ningrat sehingga Galuh Cendera Kirana sedih. Selain itu, Paduka Liku juga memberikan guna-guna agar Raja Daha menuruti segala keinginannya sehingga membuat kerajaan jadi berantakan dan Galuh Cendera Kirana menderita.

Hal 20: Pikirannya tak mau lepas dari pada mencari akal untuk membunuh permaisuri Puspa Ningrat atau Galuh Cendera Kirana. Salah satu di antara kedua orang itu hendak dilenyapkannya dari muka bumi.

Hal 31: Dari pagi sampai malam, gadis piatu Cendera Kirana tak henti-hentinya menangis, mengenangkan mendiang ibunya.

Hal 28-29: Paduka Liku masuk bilik; terus naik peraduan tempat menyembunyikan sepah sirih si guna-guna. Paduka Liku menahan napas beberapa saat, membulatkan pikiran dan perasaan, menyatukan pandangan mata pada satu titik pertemuan kedua belah mata Sri Baginda, sambil berkata dalam batin, ”Tunduk! Tunduk!”

AMANAT

·         Jangan sombong, karena milikmu belum tentu lebih baik daripada orang lain.

Hal 35: Dengan sombongnya ia melirikkan mata kepada Cendera Kirana dan Mahadewi, seraya tersenyum mengejekkan.

Galuh Ajeng bersikap sombong karena bonekanya. Tapi ternyata boneka milik Galuh Cendera Kirana lebih bagus.

Hal 36: Serta Galuh Ajeng melihat boneka kencana Cendera Kirana timbullah iri hatinya, lalu merengek meminta boneka emas.

·         Jangan iri pada milik orang lain. Sebaiknya syukuri apa yang dimiliki.

Hal 9: Galuh Ajeng melihat Kirana memakai undung-undung sutra kesumba hatinya iri.

Galuh Ajeng selalu iri pada apa yang dimiliki Galuh Cendera Kirana. Sehingga hatinya selalu sakit tak pernah merasa puas. Selain iri pada undung-undung milik Galuh Cendera Kirana, Galuh Ajeng juga iri pada boneka kencana milik Galuh Cendera Kirana.

Hal 36: Serta Galuh Ajeng melihat boneka kencana Cendera Kirana timbullah iri hatinya, lalu merengek meminta boneka emas.

Orang yang terus-menerus iri hati akan timbul niat jahat dalam hatinya.

Hal 20: Pikirannya tak mau lepas dari pada mencari akal untuk membunuh permaisuri Puspa Ningrat atau Galuh Cendera Kirana. Salah satu di antara kedua orang itu hendak dilenyapkannya dari muka bumi.

·         Jangan menyerah dan berlarut-larut dalam kesedihan ketika mendapat cobaan hidup. Sebaiknya tetap tabah dan semangat.

Hal 31: Dari pagi sampai malam, gadis piatu Cendera Kirana tak henti-hentinya menangis, mengenangkan mendiang ibunya.

Awalnya Cendera Kirana memang sedih karena kematian ibunya, dia juga manusia biasa. Tetapi kesedihannya tak berlangsung lama. Dia mau bangkit dan melanjutkan hidupnya.

Hal 40: Karena tak sanggup mendobrak kekuasaan pihak lawan yang jauh lebih besar itu, Cendera Kirana melepaskan angan-angannya. Kembali kepada pikiran-pikiran yang wajar. Sampailah ia pada persoalan mendapatkan jalan ke luar dari tekanan perasaan.

·         Kita harus berbuat baik kepada sesama manusia. Meski orang itu berbuat jahat pada kita.

Hal 98: ”... Dan kita manusia wajib berbuat kebajikan bagi sesama manusia agar supaya tidak mendapat murka dewa yang mulia.”

·         Jangan mudah berperasangka buruk sebelum kita mengetahuinya sendiri.

Hal 58: Dalam hati berkata ”Semula aku mengira bakal menghadapi raja perampok yang jahat dan kasar tingkah lakunya.”

·         Jangan dengki, menyimpan dendam terlalu lama, dan berbuat jahat pada sesama manusia karena akan mendapat hukuman dari Tuhan.

Hal 98: ”... Buanglah jauh-jauh dendam hati. Sebab orang-orang pendengki, orang-orang yang berbuat jahat kepada sesama pasti akan menerima hukuman dari Dewa yang mulia.”

·         Perlakukan sesama dengan baik dan santun untuk membangun tali persaudaraan.

Hal 50: ”... Jika Paduka Raja berkenan hati kami bermaksud hendak menghadap untuk mengeratkan silaturahmi kami dengan Paduka Raja...”

Panji Semirang amat santun dan lembut dalam bertutur kata. Sehingga segala perasangka buruk yang ditujukan padanya sirna.

Hal 51: Bukan main-main lega hati Patih mendengar sabda Baginda Panji Semirang.

Panji Semirang juga disambut dengan baik karena kebaikan dan kesantunannya.

Hal 51: Tak lama kemudian kedengaranlah suara gamelan dan macam-macam bunyi-bunyian, pertanda tamu agung beserta pengiringnya sudah tiba. Dan kedengaran pulalah sorak sorai rakyat Mentawan yang menyambut tamu agung itu sepanjang jalan.

FUNGSI DALAM MASYARAKAT

·         Sebagai sistem proyeksi, yakni sarana untuk memberi contoh pada masyarakat. Terkadang masyarakat tidak cukup hanya dibekali teori saja, apalagi tentang budi pekerti, maka hikayat Panji Semirang berfungsi sebagai contoh ketika budi pekerti diterapkan dalam kehidupan tokoh-tokohnya.

·         Alat pendidikan, dalam hikayat Panji Semirang mengandung banyak pesan moral yang dapat dipetik. Pesan moral ini berrfungsi sebagai alat pendidikan dalam masyarakat.